Mochammad Nur Arifin: Saya Ingin Mati Secepatnya Dalam Kondisi Berjuang

Oleh Administrator
Sabtu, 26 Juli 2014 01:45 — tag : mochammad nur arifin, mati, berjuang

Bagikan

SURABAYA (WIN) – Tidak semua pemuda menghabiskan waktu hidupnya untuk berfoya-foya, itulah yang tercermin pada sosok seorang pemuda bernama Mochammad Nuf Arifin. Pria santun  kelahiran tahun 1990 tersebut mampu merubah usaha yang diwariskan orang tuanya menjadi perusahaan besar yang menghidupi 3000 karyawan.

“Saya dilahirkan bukan dari keluarga pengusaha, kultur kerja keraslah yang membuat usaha itu besar sampai sekarang,” tuturnya membuka percakapan dengan media ini. Saat ayahnya almarhum, Pria tampan ini  meneruskan usaha ayahnya dibidang alat rumah tangga.

Merasa diberi amanah untuk melanjutkan usaha ayahnya, pemuda yang biasa dipanggil Avin ini merubah sistem manajemen usahanya, “Manajemen by Figure tidaklah cukup, ketika kita berorientasi ke arah profesional  dibutuhkan sistem yang cukup bagus dan disitu saya mengurangi manajemen by figure, namun dari pelajaran yang telah saya dapat dari orang tua ditambah ilmu yang saya dapat, semua saya ngejawantahkan menjadi sistem sehingga siapapun yang berada disitem tersebut bisa tetap jalan,” terang pemuda yang aktif di organisasi HIPMI ini.

Menurutnya arti kata  kesuksesan adalah jika usaha yang kita lakukan mempunyai impact buat orang lain, yaitu kesejahteraan karyawannya, “kita tidak bisa dikatakan sukses jika anak buah kita tidak sejahtera, berapapun uang yang kita punya,” imbuhnya.

Pemuda penggemar musik cadas tersebut mempunyai cita-cita yang mungkin tidak semua anak muda pikirkan, “saya ingin mati secepatnya dalam kondisi berjuang,” kata Avin di sela-sela buka bersama alumni Unair, Jumat (25/07)

Berjuang menurut Avin tidak hanya dalam konteks bekerja saja namun,  dalam arti bisa bermanfaat buat orang lain. “dunia ini menurut saya tidak pantas untuk dinikmati, lebih baik kita cukup didunia sebentar  namun dengan nilai  arti sebaik-baiknya, itu lebih indah dari pada hidup lama didunia malah tidak berbuat apa-apa malah menambah dosa, seperti orang kuliah, semakin cepat kita selesaikan SKS, semakin cepat kita lulus,” imbuh anak pertama dari 3 bersaudara ini.

Saat ini suami dari Novita Hardini memimpikan agar pemuda Indonesia saat ini mempunyai peran sentral di setiap  aspek kehidupan, “Pemuda harus mempunyai inisiatif, mempunyai karya dan berdikari sehingga ada pijkan yang kuat, jangan hanya sebagai penggembira saja saat dibutuhkan golongan tertentu, namun mampu berjuang sehingga tidak kalah dengan bangsa lain,” pungkasnya.(bay)

comments powered by Disqus