Sulimin: Jika Tidak Ada Perhatian Pemerintah, Kami Akan Tutup Situs-Situs Ini

Oleh Administrator
Jumat, 16 Mei 2014 23:36 — tag : sulimin, pemerintah, situs

Bagikan

TROWULAN (WIN) -  Berbicara tentang Mojopahit dan sejarahnya sangat jauh berbeda dengan kondisi peninggalannya saat ini. Kepedulian pemerintah atas situs-situs sejarah peninggalan bekas kerajaan sebesar Mojopahit patut dipertanyakan.

Penjarahan dan eksporasi besar-besaranpun terjadi karena minimnya perhatian dari pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, begitu pula penemuan-penemuan situs-situs baru yang kurang mendapat kepedulian khususnya bagi lembaga terkait, entah mengapa?

Seperti halnya yang terjadi pada penemuan beberapa arca didesa Ngelinguk, Trowulan, Mojokerto beberapa waktu lalu. Penemuan 2 arca yang diyakini ada pada jaman Mojopahit ini, menurut pemilik tanah Sulimin (40) yang sejak tahun 2003 sering menemukan peninggalan-peninggalan sejarah seperti arca dan batu-batu yang lain,  penemuan tersebut telah dilaporkan ke BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala)  namun tidak ada tanggapan berarti.

“Mereka cuma datang melihat-lihat lokasi dan langsung pergi, begitu juga dengan penemuan sebelumnya sebanyak 3 arca,” tutur Sulimin sambil menunjukkan lokasi penemuan arca tersebut. “Pihak BP3 hanya menyuruh saya membawa arca dan batu-batu yang lain katanya untuk dilindungi gitu,” imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan media ini dilokasi, ditanah milik Sulimin banyak terdapat situs-situs sejarah seperti batu umpak dan beberapa sumur tua yang diyakini ada sejak jaman Mojopahit. Hal tersebut dibuktikan dengan bentuk batu di bibir sumur.

Sulimin menambahkan jika tanah miliknya sering didatangi peneliti baik dari dalam negeri maupun luar negeri namun sayangnya para peneliti-peneliti tersebut datang ke lokasi situs Mojopahit hanya untuk desertasi kesarjanaannya tanpa pernah melaporkan ke pihak-pihak terkait tentang mirisnya kondisi situs yang tak pernah terawat oleh tangan-tangan ahli dari pihak berwenang sehingga kondisi situs-situs tersebut sangat memperihatinkan.

Sulimin berharap agar pemerintah segera turun tangan menyelamatkan situs-situs yang ada di tanahnya, “jika sampai akhir tahun 2014 masih tidak ada kabar dari BP3, kami berencana akan mengubur semuanya (situs-situs red)  dan menanaminya dengan sesuatu yang lebih menghasilkan untuk kami,” pungkasnya.(bay)

 

comments powered by Disqus