Berangkat Dari Ketulusan Hati, Dr. Ulul Albab,MS Ingin Indonesia Bebas Dari Korupsi

Oleh Administrator
Senin, 20 Januari 2014 15:07 — tag : ketulusan hati, dr. ulul albab ms, indonesia

Bagikan

WORLD IN NEWS (WIN) - Korupsi bagi Dr. Ulul Albab, MS adalah menu sehari-hari. Bukan untuk dilakukan, tetapi untuk dilawan. Intelektual muda NU (Nahdlatul Ulama) ini kalau diajak membahas masalah korupsi semangat sekali. Terkesan bahwa ia sangat memahami seluk beluk korupsi dan cara penanggulangannya.

Di kalangan wartawan pokja pendidikan ia tidak saja dikenal sebagai mantan rektor muda yang cerdas, tetapi juga sebagai akademisi yang konsen pada pemberantasan korupsi. Beberapa pemikirannya tentang gerakan antikorupsi sudah sering dijadikan bahan diskusi di forum-forum resmi maupun forum lesehan.

Bahkan pemikiran dan gagasannya tentang korupsi telah banyak yg sudah dituangkan dalam bentuk buku. Terhitung sejak tahun 2005, dosen teladan 1994 ini sudah mempublikasikan lebih kurang 13 karya tulisnya yang membahas korupsi.

Publikasi ilmiah tentang “Korupsi dan Cara Penanggulangannya” yang pernah dia buat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir adalah: 
1.   Reformasi Administrasi & Pemberantasan Korupsi di Indoenesia (Monograf, 2005). 
2.   Perbandingan Kebijakan Antikorupsi Antara Indonesia dan Hongkong (Monograf, 2006). 
3.  Adminiatrasi Publik dan Pemberantasan Korupsi (Monograf, 2007). 
4.   Spirit Islam dlm Pengembangan Konsep Good Governance dan Antikorupsi (Jurnal, 2007). 
5.   Studi Ayat-Ayat Antikorupsi dalam Al-Qur’an (Jurnal Terakreditasi, 2007). 
6.   Korupsi dan Antikorupsi dalam Perspektif Aajaran Islam (Jurnal Terakreditasi, 2008). 
7.   Telaah Akademik Tentang Korupsi (Buku, 2008). 
8.   Implementasi Kebijakan AntiKorupsi Suatu Studi Perbandingan (Monograf, 2008). 
9.   Islam Sebagai Landasan Administrasi Publik Antikorupsi (Jurnal Terakreditasi, 2008). 
10. A to Z Korupsi: Menumbuh Kembangkan Spirit Antikorupsi (Buku, 2009). 
11. KPK –  Korupsi dalam Perspektif Keilmuan (Buku, 2010). 
12. Analisa Ekonomi Politik Korupsi (Jurnal Terakreditasi, 2010). 
13. Islam Mengajarkan Antikorupsi (Buku, 2011).

DR. Ulul Albab, MS memang seorang akademisi. Ia adalah Doktor dalam bidang Ilmu Administrasi Publik yang dikenal sangat concerned pada upaya pemberantasan korupsi. Disertasi doktornya (disamping mengulas korupsi di Indonesia dari masa ke masa dan model-model pemberantasan korupsi) juga mengulas bahwa semua agama, khususnya Islam, mengajarkan sikap antikorupsi dengan sangat jelas, tegas dan rinci.

Sama dengan para akademisi lain yang punya idealisme tinggi, ia sangat prihatin melihat bangsa ini terus menerus digerogoti korupsi. Keprihatinannya pada masalah korupsi itulah yang menjadikan dirinya produktif menulis masalah-masalah korupsi. 

Sadar bahwa untuk melakukan perubahan nyata tidaklah cukup hanya dengan menulis, sekaligus karena dorongan kuat (merasa terpanggil) untuk melakukan pengabdian kepada Negara dalam tataran yang lebih luas (lebih fungsional dan lebih bermanfaat nyata) maka pada Pemilu Legislatif tahun 2014 ia bertekad mengambil peran aktif turut melakukan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik dengan ikut maju menjadi Calon Anggota Legislatif untuk DPR RI. Ia berangkat dari Partai No.1 (Partai NasDem) dari Daerah Pemilihan Jatim 1 (Surabaya dan Sidoarjo).

(Foto: Berjabat tangan dengan Presiden RI sesaat setelah acara dialog masalah isu-isu penting bidang pendidikan nasional)

Sesuai dengan visi-misi Partai NasDem yang ingin melakukan gerakan perubahan menuju Indonesia bebas korupsi, maka oleh Partai NasDem dia diberi penghargaan dengan ditempatkan sebagai Caleg unggulan, yaitu di nomor urut 1.

Mantan Aktivis Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang (1982-1986) yang pernah terpilih sebagai Mahasiswa Teladan (1986) dan Dosen Teladan (1994) ini memang merupakan salah satu dari sekian banyak tokoh yang ikut menjadi Deklarator Pendirian Ormas Nasdem Jatim.  Merasa mempunyai visi dan misi yang sama dengan partai pimpinan Surya Paloh sehingga DR. Ulul Albab, MS  bergabung dan berjuang bersama dengan Partai NasDem.  

Menurutnya Partai NasDem adalah partai yang menawarkan gerakan perubahan sebagaimana yang dicita-citakan oleh para mahasiswa dan aktivis reformasi. Inilah kali pertama ia memasuki dunia politik praktis setelah bertahun-tahun berkutat di dunia akademik. Tentunya merupakan suatu tantangan tersendiri. 

Dalam setiap kesempatan bercengkrama dengan para aktivis, mantan Rektor Universitas Dr. Soetomo (Mei 2007 – Mei 2013) ini berjanji akan all out menggelorakan gerakan perubahan hingga terwujudnya Indonesia sebagai negara yang bebas korupsi.
Bagi seorang Ulul Albab, rasanya hal itu bukan mimpi yang muluk-muluk. Kenapa? karena melihat perjalanan karir akademik dan pengalaman berorganisasi yang ia miliki, agaknya ia cukup memiliki modal sosial yang sangat berharga untuknya dalam menggeluti dunia politik praktis yang ia cita-citakan akan ia jalani secara bersih, jujur, amanah, sehat dan ber-akhlaq. 

Sesuai dengan kepakarannya, kelak jika benar-benar terpilih menjadi anggota DPR-RI, maka dia akan berusaha sekuat tenaga menggerakkan dan mengajak anggota DPR RI yang lain menjauhi, menghindari, dan memerangi praktek korupsi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi legislative. Tujuannya tentu agar kelak citra dan pamor lembaga legislatif perlahan-lahan berubah menjadi lebih baik, lebih bersih, dan lebih bermartabat. Dengan begitu diharapkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga legislative (dan partai politik) menjadi semakin membaik.

(Foto: Bersama Pengurus DPD IMM JATIM setelah memberikan orasi seputar masalah pemberantasan korupsi)

Dilihat dari track record-nya, tak berlebihan jika dikatakan bahwa ia adalah figur yang cerdas, bersih, konsisten dan agamis. Disamping dikenal luas sebagai akademisi dan sebagai Rektor yang produktif dan konsisten mengkampanyekan gerakan pemberantasan korupsi, ia adalah juga sosok yang dibesarkan dalam lingkungan pesantren, yaitu di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungan Gresik (1974-1981). Ia juga tercatat sebagai salah satu pengurus NU di Jatim sebagai Sekretaris Litbang PW NU Jatim 2008-2013. Ia adalah ketua pertama Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) Jawa Timur sejak ormas pemuda di bawah ICMI itu didirikan. Saat ini pun ia adalah salah satu Ketua ICMI Orwil Jatim (2011-2014)

Ditanya mengenai motifnya terjun ke dunia politik praktis, ayah Baginda Elmokhbitien (19 th), Binta Ali’ Tamara (17 th), dan Baginda Ulil Albab (9 th) ini mengatakan bahwa dia bertekad menjadikan dunia politik praktis sebagai kampus besar yang mengajarkan bagaimana berpolitik yang sehat dan benar kepada warganegara.

“Intinya. Karena setiap warganegara adalah manusia politik, maka saya ingin mengajarkan atau mengedukasi warganegara bagaimana cara berpolitik yang benar dan sehat. Untuk itu para politisi harus bisa menjadi teladan yang baik. Saya ingin menjadi politisi yang dapat menginspirasi dan memotivasi semua warganegara agar memiliki tingkat partisipasi yang tinggi. Tidak lagi cuek, apatis dan apolitik. Karena jika ini yang terus terjadi maka negeri ini akan dikendalikan oleh preman-preman politik.

Di sisi lain saya juga ingin menjadi teladan sebagai politisi yang shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (aspiratif), fathonah (cerdas), yang bekerja untuk rakyat, untuk bangsa, untuk Negara, bukan bekerja untuk partai politik dan kelompoknya sendiri”. Tegas Ulul dengan tekanan suara yang mantap.

Untuk mengenal sekaligus menyambung silaturrahim dengan Dr. Ulul Albab, MS lebih dekat lagi, silahkan menghubunginya, menyapanya, mengkritiknya, atau memberinya saran melalui; HP 081216623777 – email: baginda_ulil@yahoo.co.id – Twitter : @ulul, atau 
Facebook DR.H.Ulul.Albab.MS.

comments powered by Disqus