Antara dr Jojok Santoso SpPD Dan Diabetes Melitus

Oleh Bayu Murti
Senin, 30 Desember 2013 18:25 — tag : kepedulian, jojok santoso, diabetes

Bagikan

SURABAYA (WIN) – Dikalangan dunia medis, sosok pria berperawakan sedang ini bisa dikatakan punya jam terbang lumayan tinggi, berbagai jabatan, seperti Direktur salah satu rumah sakit swasta dikawasan Surabaya Barat pun hingga kini masih disandangnya.

Namun pria kelahiran Surabaya tahun 1968 bernama dr Jojok Santoso SpPD tetap menjadi sosok pria santun dan mudah bergaul dengan banyak kalangan. Menurut Jojok, dengan bergaul dengan banyak kalangan, dari mulai tukang becak hingga kalangan atas membuat dirinya bisa selalu bersyukur dan jauh dari predikat jumawa.

Dikesibukannya  setiap hari sebagai dokter internist (penyakit dalam) dengan beragam penyakit yang ditanganinya, bapak dari lima anak ini masih sempat meluangkan waktunya untuk menyalurkan hobby fotografi yang sudah digelutinya beberapa tahun terakhir, “dunia fotografi bagi saya hanya untuk menghilangkan kepenatan setelah beberapa hari sibuk dengan aktifitas medis,” ujarnya.

Meskipun mengaku fotografi hanya sebuah hobby, beberapa potret model-model dan foto-foto human interest pun tampak apik disimpan di simpan dalam salah satu folder di gadget yang selalu menemani dirinya kemanapun pergi.

Peduli Diabetes

Dari berbagai macam jenis penyakit yang selama ini ditanganinya baik di rumah sakit dan praktek pribadinya, penyakit Diabetes lah membuat dirinya tertarik  dan peduli untuk makin mendalami jenis penyakit gula tersebut.

“Diabetes Melitus sekarang telah menjadi epidemi yang dikarenakan pola hidup masyarakat kita, pengobatan preventif dan konsultasi ke dokter ahli sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, kesadaran masyarakat akan adanya penyakit Diabetes sangat kurang, mereka berobat setelah penyakit Diabetes telah menyerang,” tuturnya.

Menurut data statistik yang menjadi literaturnya mengatakan bahwa penyakit Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit pembunuh di Indonesia, sebanyak 4.437. 620 penderita diabetes  tak terdiagnosa, 7,6 juta jiwa hidup dengan diabetes dan 12,6 juta jiwa penerita predibetes, “jika data telah mengatakan demikian, masihkan kita tidak menjaga pola hidup kita?,” ujarnya.

Karena Hal-hal tersebutlah yang mendorong suami dari Anissa Rulita ini mendirikan Diabet Center dikota Mojokerto. Dengan memanfaatkan rumah pribadinya yang disulap menjadi sebuah pusat kesehatan, diharapkan nantinya bisa menampung konsultasi tentang penyakit tersebut sejak dini.

Tidak hanya itu, Diabetes Center akan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat juga menyediakan klub kesehatan bagi penderita diabetes, “penderita Dibetes Militus tidak cukup dengan obat-obatan saja namun pola hidup juga harus dijaga, seperti pola makan dan olah raga,” imbuhnya.

“Jadi tujuan didirikan Diabetes Center untuk penyadaran masyarakat agar lebih peduli dengan penyakit tersebut dan mengedukasi masyarakat lewat penyuluhan dan lain-lain agar masyarakat mengenal sejak dini tentang resiko penyakit tersebut,” pungkasnya.(bay)

comments powered by Disqus