Siti Nasy’iah, Dari Wartawan Hingga Ratu Bonek

Oleh J Triono Aziiz
Senin, 04 Nopember 2013 05:43 — tag : Wartawan, Bonek, Surabaya, Siti Nasyiah

Bagikan

Surabaya (WIN), Dilingkungan Bonek, perempuan satu ini tak asing lagi. Selain penampilannya yang khas dengan jeans dan tas punggung, perempuan satu ini  kerap menghiasi layar kaca setiap kali Bonek beraksi. Ya, siapa lagi jika bukan Siti Nasyi'ah yg biasa disapa Ita.


DIPAKSA
Keterlibatan Ita dalam dunia suporter bisa dikatakan kebetulan. Betapa tidak, saat jadi wartawan Jawa Pos, Ita diperintahkan bosnya mengawal suporter Persebaya saat away. Kala itu, tepatnya era 90an, bosnya Dahlan Iskan menjadi ketua harian Persebaya era walikota Surabaya dijabat Purnomo Kasidi. Tidak hanya Ita, hampir semua wartawan JP diperintahkan mengawal suporter  Persebaya yang disebut Green Force. Ita, satu2nya wartawati diantara para wartawan yang diperintah Dahlan Iskan yg kini jadi menteri BUMN. Jadilah, Ita menerjuni dunia suporter secara tidak langsung. Saat diitanya apa yg membuatnya betah berada di tengah-tengah komunitas Bonek yg oleh mayoritas masyarakat distigma buruk itu, Ita menjawab singkat. "Militansi dan solidaritas Bonek yg membuat saya nyaman berada di tengah mereka," ujar ita yang juga menjabat ketua Kader Penyuluh Anti Narkoba BNN prop Jatim itu.

Mengenai posisi Persebaya 1927 yang dicoret keabsahannya sebagai anggota di PSSI, ibu satu anak dari Aisyah Lintang Maharani itu ringan berargumen. "Bangsa yg besar adalah bangsa yang tak lupa akan sejarahnya," ucap wanita lulusan S1 di Stikosa AWS dan S1 Hukum di univ Wijaya Putra itu. Jadi, katanya lebih lanjut, dia yakin, bahwa Persebaya yang lahir pada 18 Juni 1927 lah yg akan memenangi gugatan di CAS--badan arbitrase olah raga internasional-- karena tidak diakui ke absahannya oleh PSSI. Ketika ditanya, jika gugatan itu kandas? Ita berkata  "saya kan lempar syal. Sebab, dunia sudah kiamat. Mengingat kebenaran diingkari oleh kejahatan yang terstruktur," tegasnya.
 

PENULIS BUKU PAPAN ATAS
Selain aktif dalam sejumlah oeganisasi, Ita saat ini juga disibukkan oleh kegiatan menulis buku. Dari puluhan karya buku yang dihasilkan, buku Dahlan Juga Manusia (DJM) sudah dicetak-ulang beberapa kali. Selain itu juga ada Mami Rose, Haji Kok Nunut, Ucok Aka Harahap: antara Rock, Wanita dan Keruntuhan serta yang terbaru Haji Bonek.

 

DI CALEGKAN

Sebagai aktivis, Ita dilirik banyak partai untuk di caleg-kan. Namun, baru tahun inilah, suami dari Jusak Sunarjanto itu mau dilamar oleh Hanura, karena Ita bisa disebut sebagai deklarator Perindo di Jawa Timur. Pada partai pimpinan Wiranto tersebut, perempuan bertinggi berat 160 cm dan 52 Kg itu dicalegkan untuk DPRD Jatim dapil 1 Surabaya-Sidoarjo di nomor urut 5. "Mohon doa dan dukungannya serta masukan dan keritikannya. Sebab dunia politik ini, baru bagi saya," tambah Ita yang bernama asli Siti Nasyi"ah sambil tersenyum.

comments powered by Disqus