Jelang HJKS Kelompok Ludruk Irama Budaya Tampilkan Pemain-Pemain Muda Berbakat

Oleh Administrator
Minggu, 07 Mei 2017 04:10 — tag : ludruk

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Jelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke 724 Tak afdol rasanya kita melupakan kesenian khas kota Pahlawan yakni ludruk. Dimana kesenian ini lambat laun kian hari kian dilupakan warga kota Surabaya sendiri. 

Tergerus oleh maju nya teknologi dan maraknya budaya impor yang kian hari kian banyak penggemarnya.
Ludruk pada jamannya merupakan kesenian yang selalu menarik pengunjung karena banyolan-banyolan pemainnya dan lemah gemulai penari yang remonya. Pada jaman penjajahan Ludruk diminati karena selalu membawa pesan perjuangan.

Berkembangnya teknogi seperti media pertelevisian dan budaya barat, serta masuknya teknologi gadged perlahan membunuh kesenian khas Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.

Gedung-gedung pertunjukan ludruk mulai ditinggal penontonnya. Hal ini membuat sebagian pemain ludruk kehilangan mata pencarian mereka. Tidak sedikit mereka membanting setir memilih pekerjaan lain, namun tidak sedikit pula yang masih bertahan.

Salah satu grup yang masih bertahan di Surabaya bernama ludruk irama budaya yang masih rutin bermain untuk gedung kesenian ludruk di Taman Hiburan Rakyat Surabaya.

Dengan keterbatasan anggaran yang mereka miliki, mereka memilih tetap bermain walaupun dengan jumlah penonton yang sedikit. Menurut Meimura, salah satu pemimpin Irama Budaya Surabaya mengisahkan rata-rata pemain yang ada dalam grup irama budaya adalah mereka yang loyal pada ludruk tanpa terkadang tidak memikirkan pendapatan yang mereka terima setelah pertunjukkan.

"Mereka bermain tidak memikirkan bayaran yang penting mereka bisa manggung sudah senang," ujarnya.
Meimura menambahkan saat ini dirinya berusaha meregenerasi pemain ludruk dengan merekrut pemain baru lewat poster yang ditempel di mall dan lewat sosmed.

"Kami berusaha mempertahankan kesenian lewat regenerasi pemain baru agar Ludruk bisa bertahan dan tentunya lewat pemain baru diharapkan tumbuh kecintaan para pemuda kepada kesenian tersebut," tuturnya optimis.

Dirinya menambahkan bahwasannya pada proses recruitment pemain baru tidak dipungut biaya apapun, “Monggo yang merasa punya talenta silahkan bergabung, kami siap membimbingnya,”” imbuhnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan pertunjukkan ludruk malam ini, Sabtu (4/05), sejumlah pemain muda yang tergabung dalam Irama Budaya Junior sukses menggelar pertunjukkan bertajuk Mentang-mentang Dari New York””.

“Kami terus menerima pemain-pemain muda berbakat yang ingin berkesenian Ludruk, agar kesenian ludruk tetap hidup di jaman modern ini,”pungkas Meimura. (bay)

comments powered by Disqus