Mensos Khofifah Dukung Terbentuknya Laskar Muslimat Antinarkoba Kota Kediri

Oleh Administrator
Senin, 03 April 2017 01:17 — tag : mensos

Bagikan

 

KEDIRI (WIN) - Menteri Sosial (Mensos) Hj. Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke – 71 di Kota Kediri  usai meninjau bencana longsor di Kabupaten Ponorogo. Terkait rangkaian Harlah ke – 71 di Kota Kediri, Mensos mendukung terbentuknya Laskar Muslimat NU Antinarkoba Kota Kediri yang diharapkan mampu berperan aktif melakukan sosialisasi atas bahaya narkoba dan turut aktif melakukan pencegahan.

“Keberadaan Laskar Muslimat Antinarkoba, merupakan wujud nyata mendukung program pemerintah dalam bidang pemberantasan narkoba. Diharapkan para Muslimat, mampu berperan aktif melakukan sosialisasi dan pencegahan atas maraknya peredaraan obat – obatan terlarang,” jelas Ketua Umum Muslimat.

Mensos juga menyatakan telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 1,34 miliar. Hal ini disampaikan dihadapan ribuan Muslimat bertempat di GOR Jayabaya, Minggu (2/4/2017).

Bentuk bantuan berupa paket berisi lauk pauk, family kids, makanan cepat saji, selimut, matras dan tenda untuk warga yang mengungsi. Selain itu, pihak Kemensos, dijelaskan Khofifah, akan menyiapan bantuan santunan kematian kepada dua ahli waris yang menjadi korban longsor, masing – masing senilai Rp 15 juta.

Dalam sambutannya, Mensos Khofifah yang kembali menjabat Ketua Umum Muslimat NU mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Ponorogo dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur atas usulan dana jaminan hidup atau jadup, kepada korban selamat yang rumahnya hancur tertimbun lonsornya tanah bercampur batu.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan harapan setelah berakhir masa tanggap darurat selama 14 hari, bisa dikucurkan dana jadup,” jelas Khofifah dihadapan ribuan Muslimat. Adapun masa tanggap darurat terhitung sejak tanggal 1 April kemarin dan surat tersebut telah ditandatangani Bupati Ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni.

Berdasarkan Kemensos, jumlah korban tertimbun tanah longsor di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sejumlah 28 orang, sementara 3 diantaranya sudah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, 2 diantaranya berhasil diidentifikasi

“Adapun jumlah bangunan rumah yang tertimbun material longsor dipastikan sebanyak 22 rumah. Kami menyarankan agar pihak pemerintah daerah melakukan relokasi, sebab kondisi tanah lokasi hunian warga dalam retak dan membahayakan bila terjadi longsor susulan,” kata Mensos Khofifah. (nng)

 

comments powered by Disqus