ITS Wadahi Studi Ekskursi Bidang Sosial Mahasiswa Austria

Oleh Administrator
Rabu, 22 Maret 2017 08:52 — tag : its

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Kendati sebagai kampus teknik, ITS Surabaya tak mau hanya terpaku dalam bidang teknologi dan sains. Kali ini, ITS tertantang untuk menjadi wadah study excursion (studi ekskursi) yang bermitra dengan University of Vienna, Austria. Melalui sebuah program bertajuk Anthropology Exploration of Surabaya’s Kampungs, yang dihelat mulai 20 Maret hingga 9 April 2017 mendatang, ITS mengerahkan usaha terbaik yang dimilikinya.

Anthropology Exploration of Surabaya’s Kampungs ini merupakan suatu acara yang dijalin antara ITS dengan University of Vienna. Event ini dijembatani oleh ASEA-UNINET (ASEAN European Academic University Network) untuk melakukan semacam studi ekskursi.

Menariknya, para pelaku studi ekskursi ini bukan mengambil suatu jurusan perkuliahan berbau sains dan teknologi, melainkan mereka adalah mahasiswa strata-2 (S2) yang mengambil jurusan Sosial-Antropologi.

“Siapa tahu, karena kampung yang dimiliki Kota Surabaya ini menjadi daya tarik para pelaku studi ekskursi untuk melakukan penelitiannnya di Surabaya,” ujar Dr Maria Anityasari, Direktur Hubungan Internasional ITS.

Adapun delapan kampung yang dijadikan objek penelitian di Kota Pahlawan di antaranya Kampung Jemur Wonosari, Kampung Lawas Maspati, Kampung Kue Rungkut Lor, dan beberapa kampung unik lainnya di Surabaya.

Seperti contohnya Kampung Kue Rungkut Lor ini yang terkenal sebagai kampung yang memiliki predikat kampung wirausaha ini, juga menjadi objek penelitian dari para pelaku studi ekskursi yang berjumlah 18 orang ini.

Shelvy, ketua pelaksana acara, melihat ada keunikan tentang predikat kampung pilihan yang berbeda-beda. “Pemilihan kampung mitra yang dijadikan objek studi ini berdasarkan kesamaan objek studi dari jurusan yang ada di ITS dengan pemilihan kampung,” katanya.

Semisal, sebuh dia, Kampung kue Rungkut Lor yang terkenal dengan kampung yang maju dalam wirausaha. Sebelum menuju kampung kue ini, mereka diberikan pengarahan oleh dosen ITS yang dikemas dalam bentuk course-session.

“Dengan harapan sebelum melakukan penelitian para pelaku studi ekskursi sudah paham betul tentang habitat objek penelitian, dari mulai gaya berpakaian, etika bersosialisasi hingga komunikasi yang baik dengan warga sekitar, jelas Shelvy. (wh)

comments powered by Disqus