Sekat Jalan Undaan, Tim Anti Bandit Amankan 1 Orang Membawa Senjata Tajam

Oleh Administrator
Senin, 20 Maret 2017 20:42 — tag : anti bandit

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Minggu (19/3) dini hari kemarin hal tak biasa terlihat di jalan Undaan Wetan tepat di samping Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya. Tak lebih dari lima orang anggota polisi berseragam dinas lengkap terlihat di tengah jalan sambil membawa ref buton revolbing light sedang mengarahkan beberapa kendaraan roda dua untuk menepi. Sementara itu, puluhan polisi berpakaian preman juga diterjunkan untuk memeriksa barang, serta kelengkapan kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut, sedang beberapa lainnya berada di ujung jalan akses masuk jalan undaan guna melakukan penyekatan.

Diantara puluhan anggota yang terdiri dari polsek jajaran Rayon 2 Polrestabes Surabaya yakni Polsek Genteng, Polsek Wonokromo, Polsek Tegalsari, dan Polsek Sawahan Surabaya berdiri sekitar 5-7 orang anggota Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dipimpin oleh IPTU Arief Rizki Wicaksana.

"Malam ini, tim Anti Bandit melakukan giat operasi penyekatan bersama polsek jajaran Rayon 2 pada pukul 01.00 WIB, kami pilih jalan Undaan ini mengingat di jalan ini sangat rawan aksi kejahatan," terang Iptu Arief di sela-sela pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor pengguna jalan, Minggu (19/3) 01.30 WIB.

Terlihat beberapa kendaraan melintas diperiksa satu per satu, hasilnya empat sepeda motor diamankan lantaran pengendaraanya tak dapat menunjukan kelengkapan surat-surat kendaraan. 

Sementara itu, di ujung jalan arah Undaan Wetan, salah satu pengendara menabrak trotoar jalan lantaran mencoba memutar balik arah kendaraan dengan melawan arus. Karena sudah ada beberapa anggota yang melakukan penyekatan, pengendara motor ini bingung dan hilang kendali hingga menabrak trotoar. Beruntung tak ada luka serius yang dialami oleh pengendara tersebut. Setelah diperiksa, pengendara yang mengaku bernama Tosen (21) warga jalan Sidorame Surabaya ini terlihat sedang dalam pengaruh minuman keras. Saat ditanyai oleh polisi, Tosen justru memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Hingga akhirnya, polisi membuka jok motor Tosen dan menemukan beberapa baju wanita serta dompet dan juga sebuah senjata tajam. Tosen pun tak dapat menunjukan surat kendaraan yang sedang dipakainya itu. Guna onterogasi dan penyidikan lebih lanjut, Tosen akhirnya digelandang ke Mapolrestabes Surabaya dengan tangan terborgol.

"Satu kejadian menonjol memang ada seorang pengebdara yang mabuk, saat kami periksa di dalam bagasi motornya ada beberapa pakaian wanita serta sebuah dompet dan satu senjata tajam jenis pisau, saat kami tanyai pengakuannya pakaian tersebut miliknya, sedangkan motor yang sedang digunakan merupakan milik kakaknya, alibi yang tidak masuk akal sebenarnya, selain itu saat kami cek handpone milik yang bersangkutan ada percakapan jika salah satu temannya punya masalah dengan seseorang di cafe Heaven," imbuh Arief.

Perwira dengan dua balok dipundak ini juga mengatakan jika giat operasi penyekatan oleh Tim AntiBandit Satreskrim Polrestabes Surabaya ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkala pada eilayah dan jam-jam rawan.

"Nantinya Tim Anti Bandit beserta polres jajaran akan terus melakukan giat penyekatan semacam ini, untuk mengurangi dan memerangi aksi kejahatan jalanan guna mewujudkan kenyamanan warga kota Surabaya,' pungka Arief.

Total hasil temuan giat Tim Anti Bandit dan jajaran Polsek Rayon 2 terdiri dari empat kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat dibawa ke Mapolsek Genteng beserta para pengendaranya untuk proses lebih lanjut, serta satu pengendara yang kedapatan membawa sajam dan tak memiliki surat kelengkapan kendaraan dibawa ke Mapolrestabes guna dilakukan penyidikan.(TOM)

comments powered by Disqus