Kampanye Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas Tuberkolosis

Oleh Administrator
Senin, 20 Maret 2017 20:27 — tag : kampanye

Bagikan

Semarang (WIN) - Menyambut peringatan HTBS (Hari TB Se-Dunia) yang jatuh pada 24 Maret 2017 mendatang, Dinas Kesehatan Provinasi Jateng bersama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Jateng menggelar Publik Event Tb Day 2017. 

Selain dalam bentuk kampanye, gerakan masyarakat menuju Indonesia bebas TB tersebut juga diwujudkan dalam bentuk penyuluhan, pemeriksaan fungsi paru, smoker analyzer, dan konsultasi gratis terkait penyakit tuberculosis yang digelar di Car Free Day, Minggu (19/3/2017). 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan orasi edukasi masyarakat peduli kesehatan tentang TB, aksi bagi-bagi masker dan liflet TB, dan pemeriksaan serta konsultasi TB. 

Kepala Seksi P2PM, Achmad Syaifudin mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait informasi pencegahan, penukaran dan pengobatan penyakit menukar Tuberkolusi. 

Kegiatan publik event ini merupakan bagian dari kegiatan TB Day 2017 yang sebelumnya melaksanakan kegiatan aksi ketuk pintu 1000 rumah di masing-masing daerah di Jateng untuk memberikan informasi mengenai TB sekaligus melakukan skrining/penapisan gejala TB pada semua anggota keluarga. 

Staf ASCM (Advokasi Komunikasi dan Mobilitas Sosial) TB-HIV Care Aisyiyah Jateng, Muhammad Sabbardi mengatakan, penyakit tuberkulosis hingga sekarang masih menjadi satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. 

Menurut Sabbardi, penularannya yang super cepat melalui perantara udara membuatnya lebih cepat menular ke orang lain. Bahkan, penderita TB sudah mulai banyak yang kebal obat. Dan celakanya, penularan virus TB dari pederita TB kebal obat akan menularkan TB kebal obat juga pada orang lain. 

“Padahal, untuk penyembuhan TB harus minum obat secara teratur selama 6 bulan. Sementara TB kebal obat harus teratur minum obat selama 2 tahun. Selain itu, tidak semua fasilitas kesehatan mampu menangani TB kebal obat,” ungkapnya. 

Sejauh ini, lanjut Sabbardi, banyak sekali masyarakat yang belum tahu tentang TB. Mereka masih butuh diberikan sosialisasi apa itu TB dan bahayanya. Supaya kasus TB pun semakin berkurang seiring banyaknya kasus TB yang ditemukan dan diobati. 

Dengan mengambil tema peringatan HTBS tahun 2017 yakni ‘Gerakan Masyarakat Menuju Jawa Tengah Bebas Tuberkulosis’ ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat serta pemangku kebijakan dalam mendukung program penanggulangan TB dan mampu menempatkan TB sebagai isu utama di semua sektor masyarakat. 

Selain itu penyebarluasan informasi tentang TB kepada masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian untuk mencegah penularan TB yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. (Nn)

comments powered by Disqus