Kajari Surabaya Sesalkan Putusan Bebas John Mauritz Ratu

Oleh Administrator
Sabtu, 25 Pebruari 2017 16:30 — tag : kajari

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyayangkan atas vonis bebas yang diberikan hakim Isdjuaedi kepada John Mauritz Ratu, terdakwa dalam kasus begal. Jaksa menilai hakim Isdjuaedi tidak memiliki komitmen untuk memberantas begal yang kian merajalela di Surabaya.

Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya mengaku sangat menyayangkan atas vonis terhadap terdakwa John yang dianggap penuh kejanggalan tersebut. "Kami benar benar sangat menyayangkan atas vonis bebas terhadap terdakwa Jhon. Dinilai  Hakim terlalu cepat ambil keputusan untuk membebaskan pelaku jambret (begal), padahal kami sudah sejak awal berkomitmen untuk menuntut berat para pelaku jambret tersebut, karena sudah terlalu banyak korban yang meninggal karenanya. Dan sudah terlalu banyak membuat masyarakat menjadi sangat resah karena ulahnya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jumat (24/2/2017).

Vonis bebas ini dianggap janggal lantaran dalam kasus ini sebenarnya ada dua terdakwa yaitu John Mauritz Ratu dan Kevin Jolio Davinci. Namun anehnya vonis yang diberikan majelis hakim justru berbeda, semntara John divonis bebas, sedangkan Kevin divonis tiga tahun. "Padahal terdakwa John yang berperan menendang korbannya," ungkapnya Didik.

Terlebih lagi saat dalam persidangan, saksi korban yakni Abdul Karim menyebut bahwa terdakwa John yang menendang dirinya, sementara terdakwa Kevin saat itu yang dibonceng John. "Jadi apa mungkin kalau yang dibonceng (terdakwa Kevin) melakukan penjambretan, sementara yang membonceng (terdakwa John) tidak menjambret. Pasti ada kerjasama antara John dan Kevin untuk melakukan penjambretan itu," tegas Didik menambahkan.

Atas dasar itulah, Didik kemudian memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). "Sesuai kewenangan kami, maka atas vonis bebas terdakwa John, kami perintahkan agar jaksa penuntut umum segera mengajukan kasasi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa majelis hakim yang diketuai oleh Isdjuaedi telah menjatuhkan vonis bebas terhadap John Mauritz Ratu, pelaku pembegalan di daerah Tegalsari Surabaya. Namun anehnya Kevin Jolio Davinci, teman satu komplotan John saat melakukan pembegalan justru divonis 3 tahun penjara.

Vonis berbeda yang diterima John dan Kevin pun menimbulkan sejumlah pertanyaan besar dikalangan media. Pasalnya dalam dakwaan, John dan Kevin dituding telah secara bersama-sama melakukan pembegalan terhadap Abdul Karim pada September 2016 lalu.

Saat itu John dan Kevin tengah mengendarai sepeda motor Yamaha X-RIDE, lantas ketika terdakwa melihat saksi Abdul Karim yang kebetulan saat itu sedang mengendarai sepeda motor sendirian. Selanjutnya John dan Kevin berusaha mengejar dan langsung memukul korban Abdul Karim sehingga mengakibatkan kendaraan korban oleng dan nyaris terjatuh.

Mengetahui jika dirinya tengah menjadi incaran komplotan John dan Kevin, Abdul Karim langsung tancap gas mempercepat laju kendaraannya untuk menyusul teman-temanya yang berada didepanya sambil berteriak minta tolong. Mendengar teriakan korban, John dan Kevin akhirnya berusaha untuk melarikan diri.

Hingga sampai di Cafe Rasa Sayang Bluefish di Jalan Tegalsari petugas polisi berhasil menangkap Kevin, sementara John berhasil kabur. Namun beberapa hari kemudian, John berhasil ditangkap oleh petugas Polsek Tegalsari. Atas perbuatannya, John dan Kevin dijerat dengan pasal 365 ayat 2 ke-1 dan 2 KUHP Jo pasal 53 KUHP....(Mul)

comments powered by Disqus