Menperin Airlangga Hartarto Kunjungi Huraira Leather Bag

Oleh Administrator
Senin, 20 Pebruari 2017 08:20 — tag : huraira

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur menyempatkan 'mampir' ke galeri Huraira Leather Bagi di Jalan Jambi No 3, Surabaya, Minggu (19/2) pagi.

Menteri Perindustrian datang bersama Kepala Badan Litbang Industri Kemenperin Haris Munandar N dengan diantar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Jawa Timur Moch Ardi Prasetiawan. Siti Huraira, pemilik Huraira Leather Bag, terlihat gembira menyambut kehadiran Airlangga Hartarto di galerinya.

Kepada Pak Menteri, Siti Huraira mengucapkan terima kasih atas bantuan Kementrian Perindustrian, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Jawa Timur, yang telah memberinya kesempatan tampil di pentas pameran level nasional maupun manca negara. 

Dengan seringnya ikut  pameran atas dorongan Kementerian Perindustrian, membuat tas kulit merek Huraira Leather Bag dikenal masyarakat dan kini sudah menerima banyak order.

Wanita paroh baya ini menuturkan awal bulan lalu Huraira Leather Bag memperoleh fasilitas both gratis dari Kementerian Perindustrian di event Indonesia Fashion Week 2017. "Dampaknya luar biasa, saya sekarang kebanjiran order. Terima kasih bapak-bapak, khususnya Pak Menteri," kata Huraira.

Usai event IFW 2017, Huraira Leather Bag juga berkesempatan menggelar produk buatan handmade tersebut di Istana Cipanas pada acara yang diselenggarakan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), yang dihadiri Ibu Negara Irina Joko Widodo dan Ibu Mufida Jusuf Kalla.

"Alhamdulillah, semuanya merespon baik produk kami. Mudah-mudahan Huraira Leather Bag bisa menjadi bagian dari yang bisa dibanggakan Indonesia," kata Huraira.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan di Jawa Timur banyak industri kulit, dan Huraira Leather Bag sebagai usaha kecil menengah (UKM) merupakan salah satu yang kualitasnya bagus  dan sudah beberapa kali ikut pameran di Jakarta maupun luar negeri.

"Makanya boleh dong saya datang dan mau lihat sendiri seperti apa produk-produknya. Ternyata memang bagus dan berkualitas, made in Indonesia," kata Airlangga.

Huraira Leather Bagi menurut Airlangga, bisa menjadi contoh bagi UKM yang lain, seperti apa UKM yang baik dan bagus. Bahwa kita bisa bersaing dengan produk-produk mancanegara. Dari kunjungannya tersebut, ada beberapa hal yang disampaikan terkait kendala-kendala yang ada, yang membuat UKM menjadi lambat untuk berkembang.

"Memang kita mau lihat ada hambatan-hambatan apa saja, nah kalau sudah ketahuan hambatannya kita mau dorong. Misalnya industri kulit di Tanggulangin Sidoarjo kita evaluasi dan ternyata harus direvitalisasi," papar Airlangga.

Hambatan yang mengemuka antara lain adalah ketersediaan bahan baku yang masih terbatas dan perlku ditingkatkan kualitasnya. Kemudian perosalan peralatan produksi yang kurang modern dan terbatas jumlahnya.

"Nanti juga kita lihat, mungkin tingkat persaingan di Tanggulangin yang belum sinergis, nanti tentu akan kita lihat secara keseluruhan. Kadang kualitasnya sudah bagus, seperti di galeri ini kesulitannya justru ordernya lebih banyak dari kapasitas produksinya. Nah ini kan juga persoalan, meski persoalan yang enak," pungkasnya. (ita/bay)

comments powered by Disqus