Tekan Inflasi 2017, BI Luncurkan Kebijakan Makroprudensial

Oleh Administrator
Minggu, 15 Januari 2017 01:17 — tag : Inflasi

Bagikan

 

SURABAYA (WIN) - Jika dibandingkan, pada tahun 2015, nilai devisit transaksi berjalan nasional berada di kisaran angka 2 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Sedangkan pada tahun 2016 Bank Indonesia mencatat nilai devisit transaksi berjalan nasional minus 1,9 persen dari GDP.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, Jumat (13/1/2017).

Menurut Agus, angka APBN 2016 yang lalu menunjukkan defisit 2,46 persen dari GDP. Dari angka tersebut, ia mengaku jika pihaknya telah mempersiapkan diri untuk kenaikan difisit sampai 2,7 persen, namun kenyataannya angka defisit terhenti di angka 2,46 persen.

“Hal tersebut menandakan jika management fiskal Indonesia dikelola dengan baik,” terang dia.

Selain itu, sambung Agus, dirinya juga mengapresiasi perkembangan perekonomian Jawa Timur. Pada tahun 2016 yang lalu, tingkat inflasi Jawa Timur berada di kisaran angka 2,74 persen.

“Angka tersebut dibawah nilai inflasi nasional yang kurang lebih menyentuh angka 3 persen,” ulas dia.

Pada tahun 2017 ini, BI optimis, jika nilai inflasi nasional mampu menyentuh 4 plus minus 1 persen bakal tercapai. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan, bahwa pihaknya bakal mengeluarkan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, di antaranya kami akan mengeluarkan kebijakan makroprudensial untuk sepanjang tahun 2017 ini,” pungkas Agus. (wh)

comments powered by Disqus